Kesesatan Berpikir (Logical Fallacy) belum pernah diperkenalkan kepada masyarakat kita melalui kurikulum sekolah. Alhasil, kini netizen Indonesia tidak siap menghadapi banjirnya informasi dan bakal menjadi paradoks yang menghancurkan sendi-sendi kebangsaan. Bagaimana bisa? Cita-cita The Founding Fathers pada bagian "mencerdaskan kehidupan bangsa", terancam gagal hanya karena netizen kita terus salah bersikap. Seringkali kita disuguhi tontonan provokatif disertai komentar Haters yang sarkastik. Sayangnya netizen lain (khususnya akademisi) pun memilih diam ketika hal-hal kontraproduktif ini berseliweran di depannya, terlebih ketika harus dihadapkan pada label 'Tidak pro anti-korupsi'. Di satu sisi, potensi kekuatan netizen Indonesia tumbuh gemuk dan sangat kuat membentuk opini publik. Layaknya manusia gemuk yang banyak penyakit, penyakit ini berasal dari pikiran. Berikut lima ragam kesesatan berpikir yang umum terjadi di kalangan netizen Indonesia:
1. Argumentum Ad Baculum
Argumen ancaman mendesak orang untuk menerima suatu konklusi tertentu dengan alasan bahwa jika ia menolak akan membawa akibat yang tidak diinginkan. Contoh: Ketika #MakassarTidakAman sedang booming di media sosial, lalu muncul meme "Jangan Datang ke Makassar" yang tidak relevan sebagai tanda kesesatan berpikir jenis ini.
2. Argumentum Ad Populum
Argumen yang menilai bahwa sesuatu pernyataan adalah benar karena diamini oleh banyak orang.
Contoh: Ketika anda melihat hasil survey ini lalu anda serta merta memilih 'kontra' mengingat diamini banyak orang dan tanpa didasari argumentasi yang obyektif, maka.. Ya anda telah mengalami kesesatan berpikir..
3. Argumentum Ad Verecundiam
Sesat pikir dimana nilai penalaran ditentukan oleh keahlian atau kewibawaan orang yang mengemukakannya. Contoh: Ketika anda melihat latar belakang tokoh berikut lantas anda membenarkan bahwa "Ya, KPK memang dimusuhi..", maka anda sedang mengalami kesesatan berpikir..
4. Ignoratio Elenchi (Red Herring)
Kesesatan yang terjadi saat seseorang menarik kesimpulan yang tidak relevan dengan premisnya. Loncatan dari premis ke kesimpulan semacam ini umum dilatarbelakangi prasangka, emosi, dan perasaan subyektif.
Contoh: Silakan dinikmati meme berikut ini.. L.O.L
5. Kesesatan Komposisi dan Divisi
Kesesatan Komposisi terjadi bila seseorang berpijak pada anggapan bahwa apa yang benar (berlaku) bagi individu atau beberapa individu dari suatu kelompok tertentu pasti juga benar (berlaku) bagi seluruh kelompok secara kolektif.
Contoh: Pukul rata seperti ini..
Kesesatan Divisi terjadi bila seseorang beranggapan bahwa apa yang benar (berlaku) bagi seluruh kelompok secara kolektif pasti juga benar (berlaku) bagi individu-individu dalam kelompok tersebut.
Contoh: Pukul rata (lagi) yang seperti ini..
![]() |
| Anti-korupsi belum tentu bukan koruptor, tersangka juga kan.. |
Di era komunikasi yang luar biasa terbuka ini, menjadi hal yang mustahil untuk mencegah kebebasan berpendapat yang melewati batas (alias bablas). Meme creator bisa diunduh dengan mudah, kultwit bisa berpendar ke segala arah, viralitas pun tak terbendung batas. Hanya filter informasi dari diri sendiri yang mampu menjaga hati agar tak terkotori. Jadi, silakan nikmati hari dengan informasi lain yang meng-generate keceriaanmu..








No comments:
Post a Comment